PKL Part 2 (4-13 Juli 2017)

Part sebelumnya:

Part 1 – PKL Begins


 

Part 2.

Di hari kedua dan seterusnya, saya pikir bakal se’sibuk’ PKL hari pertama. Taunyaaaa. Wow sibuknya tidak pakai tanda kutip!

Kegiatan saya dan Chris mulai hari kedua adalah mendata berkas rahasia. Job descriptionnya kurang lebih seperti ini:

1. Mengecek bundelan besar amplop-amplop dokumen, apakah bundelan ini mengandung amplop-amplop dokumen yang lengkap sesuai Berita Acara atau nggak. Jika lengkap, bubuhi ceklis kecil di lembar Berita Acara.

2. Tiap amplop mengandung dokumen yang nggak sedikit. Tugas kami adalah mencocokkan isi dokumen dalam amplop dengan checklist yang tersedia.

3. Dokumen-dokumen dalam amplop itu harus diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi yang tertera dalam checklist. Misal, bukti pembayaran dihekter dengan bukti pembayaran yang lain, surat pernyataan dihekter dengan daftar kepemilikan suatu hal, dan lain sebagainya.

4. Jika dokumen sudah diklasifikasikan dan checklist sudah diisi, sortir dokumen berdasarkan urutan dalam checklist.

5. Masukkan dokumen ke amplop yang baru.

6. Kalau satu bundel amplop sudah didata semua, ikat bundelan tersebut dengan tali rafia.

7. Tamat deh.

 

Ribet yah?? Aslinya lebih ribet dari itu. Saya dan Chris yang ditempatkan di PDI beratus milyar jam juga masih sering tanya-tanya ke pegawai sana.

Tapi banyak enaknya dapet penempatan di PDI tuh.

Apa aja???

Pertama, dikasih kubikel sendiri. Jadi berasa punya personal workspace gituu. Lumayan kalo mau tidur. Kehalang sekat, jadi susah keliatan orang lain.

 

20170711_071638

Kubikel

 

Kedua, sibuk tapi nggak kerja rodi banget. Masih ada waktu buat main hape dan belajar TKD. Ideal lah buat mahasiswa ambis kayak saya. Yoi.

Ketiga, nggak ketemu Wajib Pajak. Nggak kayak di Waskon I yang tiap hari harus masang wajah ramah dan senyum yang merekah karena harus senantiasa bantuin WP dengan segala problematikanya. Di PDI, paling ketemunya cuma sama berkas, berkas, dan berkas. Tiap hari kerja sambil masang muka bete juga kayaknya gak terlalu masalah hahaha.

Keempat, orang-orangnya. Pegawainya baik-baik, mulai dari Pak Hasan selaku kasi PDI yang ramah, sabar, wangi, dan suka bercanda, Alfi dan Bu Evi yang sabar banget kalo saya tanya-tanya soal berkas-berkasan, Bu Ani yang suka nyapa dan nawarin makanan, Pak Heru dan Pak Fachri yang misterius tapi baik, serta anak-anak PKL dari SMK dan univ umum yang nggak neko-neko. Pokoknya the best lah.

Kelima, traktirannya!!

Selama saya menyandang status anak PKL PDI, dua kali saya dapet traktiran. Ceritain yang pertama aja ya.

Jadi ceritanya Pak Heru dapet promosi jadi AR (Account Representative) di KPP Soreang. Otomatis harus pindah dong dari Cibeunying. Oleh karena itu, pas tanggal 10 sebelum jam pulang Pak Hasan ngomong ke semua pegawai dan anak PKL PDI.

“Besok jangan pada sarapan dulu ya. Kita sarapannya di soto boyolali Jalan Trunojoyo aja oke.”

Sesuai arahan Pak Hasan, besoknya yakni Selasa tanggal 11 Juli hampir semua penghuni PDI nggak sarapan dulu, biar bisa sarapan bareng dalam rangka perpisahan Pak Heru. Setelah ngumpul full team dan dapet pinjeman dua mobil kantor, jam setengah 9-an kami semua caw ke Trunojoyo.

 

dsc_0003-1.jpg

Soto Sedaap Boyolali Jalan Trunojoyo

 

 

Seger bat sotonya. Porsinya juga nggak terlalu banyak. Pas lah buat sarapan.

Habis makan soto, Pak Hasan pun memulai wejangannya. Bukan cuma buat Pak Heru yang mau pindah, tapi semuanya juga dikasih nasihat sama Bapak. Termasuk saya dan Chris. Nasihat yang paling saya ingat adalah, kerja harus cermat dan cepat, serta jangan suka milih-milih kerjaan. Intinya, do your best lah.

Siap Pak!

Kelar sarapan bareng, Pak Hasan langsung bayar semua makanan, lalu kami pun balik ke kantor. Makasih ya Pak :’)

 

Itulah indahnya dapet penempatan di seksi PDI. Tapi dibalik enaknya kehidupan PDI, ada hal yang kurang sreg di hati.

Pertama, kerjanya ituuuu itu mulu. Kayak yang disebutin di atas, tiap hari ketemunya berkas, berkas, dan berkas. Untuk seminggu pertama masih semangat lah. Mulai minggu kedua, semangat saya agak mulai mengendor. Tapi gapapa, i love my job.

Kedua, jarang jalan-jalan ke ruangan lain. Selama saya di PDI, cuma dua ruangan yang saya kunjungin buat kerja, yakni ruang subbag umum sama ruang sekretariat. Ke subbag umum buat numpang fotokopi checklist. Ke sekretariat buat nganterin suatu dokumen atas perintah Pak Hasan. Udah aja. Wkwk.

 

Tapi overall, saya betah di PDI. Sampe pas rolling pun saya request buat tetep stay di PDI. Terima kasih PDI:)

 

Lanjut di:

Part 3 – Sekretariat?

Part 4 – Sekretaris is in The House Yo

Part 5 – Hari-Hari Terakhir

Part 6 – Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s