PKL Part 1 (3 Juli 2017)

Setelah menamatkan kegiatan belajar di kelas selama tiga tahun di PKN STAN dan menyelesaikan Karya Tulis Tugas Akhir (walau belum direvisi oleh dosen penilai), kini saatnya seluruh mahasiswa tingkat tiga menapaki stage selanjutnya: Praktik Kerja Lapangan.

KPP Pratama Bandung Cibeunying menjadi tempat ngegabut PKL saya untuk lima minggu ke depan. Saya beserta tujuh mahasiswa lain akan mendedikasikan 9,5 jam kehidupan kami dalam setiap hari kerjanya. KPP yang diapit oleh beberapa tempat nongki anak Bandung ini saya pilih, selain karena strategis dan banyak angkot, ada seblak enak daerah sini jadi weh milih KPP ini:(

 

Oiya, kayaknya perlu dikenalkan dengan teman-teman seperjuangan saya dalam menjalani biduk per-PKL-an, soalnya ke depannya mereka-mereka lagi yang saya ceritain he.

1. Afrizal alias Ical. Anak Subang tapi tinggal di rumah neneknya di Buah Batu. Kalem. Seneng banget ngetawain Prista.

2. Bagus. Pria ber-behel yang hobinya ngomong tiada henti. Bodor sekali lah anaknya tuh.

3. Christian. Maunya dipanggil Chris. Lulusan SMA Taruna Bakti yang menjadi partner saya di seksi PDI.

4.  Dyan. Anak Medan tapi sekarang tinggal di Bandung. Kayanya mah alim orangnya.

5. Esya. Mojang Bandung yang pernah masuk anakstancantik. Baik, supel, namun not available. Sori yah buat seluruh pria di muka bumi ini.

6. Nixon. Ketua geng Cibeunying Hore. Memiliki paras yang sangar tapi aslinya mah baik. Ciaa.

7. Prista. Satu-satunya anak Akuntansi yang PKL di sini. Hobi ketawa. Rumah paling deket tapi pas hari pertama datengnya mepet:(

 

Hari pertama, anak PKL disuruh datang pukul 07.15 untuk briefing. Demi pencitraan yang baik, 7 dari 8 anak yang PKL di sini datang sebelum jam 07.00. Saat jam menunjukkan pukul 07.15, kami semua disuruh kumpul. Kirain kumpul briefing, ternyata kumpul halal bihalal. Dan dengan awkwardnya kami pun ikut salam-salaman dengan seluruh pegawai KPP, padahal mah mereka gak punya salah sama kami dan kami pun baru dateng ke KPP tersebut, jadi kayanya mah gak punya salah juga sama mereka:(

Setelah kegiatan salam-salaman awkward yang ditutup dengan foto bersama dan pose boomerang di Instagram, kerumunan pun bubar dan anak PKL langsung disuruh masuk ke ruangan kepala kantor untuk penyambutan. Kegiatan penyambutan diprakarsai oleh Pak Andi selaku kepala kantor dan Pak Ifan selaku Kasi Umum dan Kepatuhan Internal. Habis penyambutan dan perkenalan, kami ‘digiring’ ke ruangan Pak Ifan untuk penempatan seksi.

Esya dan Ical di seksi pelayanan.

Bagus dan Prista di seksi Waskon I.

Dyan dan Nixon di seksi Penagihan.

Saya dan Chris di seksi PDI.

Saya dan Chris kemudian diarahkan ke ruangan seksi PDI. Awalnya saya girang bukan kepalang karena nggak ditempatkan di seksi pelayanan. Soalnya tadinya di benak saya, seksi pelayanan itu cuma TPT yang standby di bagian depan yang berhubungan langsung sama Wajib Pajak. Saya gak jago ngomong, dan saya lagi flu batuk. Jadi kalau ditempatkan di pelayanan bagian depan takutnya saya malah bersin terus muncrat ke Wajib Pajak. Terus WP-nya marah. Terus citra DJP jadi hancur aja gara-gara saya. Ya maaf lebay:(

Namun keceriaan saya musnah seketika karena Kepala Seksi PDI sedang cuti sehingga kami nggak dikasih tugas. Ibu-ibu yang seruangan sama saya dan Chris masih bingung dengan sistem perekaman SPT yang baru, jadi belum bisa ngasih tugas juga. Ditambah lagi ada beberapa anak SMK yang juga lagi PKL di seksi ini jadi aja gabutnya tiada tara.

Awalnya saya dan Chris ngobrol basa-basi. Lama-lama habis juga topik obrolannya. Dan kami pun tenggelam dalam riuhnya gadget masing-masing.

Detik demi detik berlalu. Akhirnya ibu-ibu di ruangan saya menyuruh saya untuk melakukan suatu pekerjaan.

Apa itu??

Mengangkat telepon!!!!

Wow!! Benar-benar berguna memang kehadiran saya di seksi tersebut!!!

 

 

Jam 12 pun tiba. Waktu makan siang. Setelah izin kepada ibu-ibu di seksi PDI, saya dan Chris langsung menghambur keluar ruangan untuk mencari teman-teman yang lain. Beberapa menit berjalan, kami belum bertemu dengan satu pun batang hidung milik teman-teman yang lain. Ya sudah saya dan Chris pun duduk-duduk di kursi tempat kami bertemu pada pagi tadi. Tak lama kemudian, munculah Prista dan Bagus dari ruangan Waskon I dan mereka pun ikut duduk bersama kami. Saya langsung nanya-nanya kesan dan pesannya Prista.

“Di mana tadi kalian ditempatinnya?”

“Di Waskon I.”

“Wah?? Jadi AR?”

“Enggak laah kami mah cuma jadi penghubung antara WP dan AR doang. Sama dengerin WP curhat. Kalian gimana?”

“Ih boro-boro siah aku mah gabut berjam-jam.”

“Sumpaah? Ai kalian disuguhin makanan gitu nggak?”

“Naon boro-boro. Kita mah dikacangin. Kalian disuguhin??”

“Iya aku mah. Disuguhin roti gitu.”

Dan ternyata, seksi lain juga sama sibuknya. Dan mereka ditawarin makanan. Esya dan Ical malah ditawarin tekwan palembang. So sad:(

 

Setelah kumpul semua, kami langsung nyari makanan.

Skip lah ya da acara makan mah gitu-gitu aja di seluruh penjuru Indonesia juga.

 

Balik lagi ke ruangan paling gabut di KPP berkode 423 ini. Kata ibu-ibu yang ditemui sebelum istirahat tadi, katanya kami bakal dikasih kerjaan.

 

T a u n y a .

 

S a m a   a j a   g a b u t n y a   b u s e t   d a h .

 

Cukup lama saya dan Chris menggabut. Chris malah sampai tidur wkwk. Lama kelamaan, ibu-ibu seksi PDI pun kasihan dan menyuruh kami jalan-jalan atau bantu-bantu di seksi lain. Jelas arahan tersebut kami terima dengan senang hati.

Kami pun menjadikan seksi pelayanan sebagai tambatan pergabutan selanjutnya. Di seksi tersebut, kami diberi kerjaan!! Wow menyenangkan sekali bukan!!

Apa kerjaannya?? Melipat surat:)

 

Kerjaan itu kami terima dengan senang hati. Lumayan, setidaknya ada gunanya lah kami 9,5 jam bernafas di lingkungan KPP Cibeunying. Namun, karena kami datangnya siang, tumpukan surat yang harus dilipat sudah tipis. Jadi dalam waktu satu jam, saya dan Chris gabut kembali. Ical dan Esya yang ditempatkan di sana, masih anteng dengan kegiatan men-cap surat. Saya dan Chris tidak bisa membantu karena cap-nya terbatas. Ya intinya saya dan Chris cuma pindah tempat gabut doang.

Saya yang sudah mati gaya pun mengajak Chris berkelana mengelilingi seantero KPP. Doi pun merasakan hal yang sama, maka kami pun caw dari ruang pelayanan.

Hampir semua ruangan kami jajal. Mulai dari seksi pelayanan tadi, lanjut ke pemeriksaan, waskon II-IV, waskon I, penagihan, sampai ke ekstensifikasi di lantai puncak (walau cuma liat dari luar doang).

Saat mengunjungi ruangan Waskon I, ternyata Bagus dan Prista lagi gabut. Penghuni ruang depannya Waskon I, ruang Penagihan, alias ruangannya Nixon dan Dyan, juga sama gabutnya. Ya sudah kami pun berkumpul lalu nyamperin Ical dan Esya buat daftarin dua jari kami di mesin fingerprint sesuai arahan Pak Ifan saat kumpul di ruangannya tadi pagi.

Jam menunjukkan pukul 16.15, kami kembali ke ruangan masing-masing untuk menggabut lagi hingga jam 5 (kecuali Esya dan Ical karena kesibukan mereka seperti Rexona. Setia setiap saat). Saat waktu pulang, kami pun beranjak dari ruangan masing-masing, menuju mesin fingerprint untuk presensi. Kemudian pulang deh.

 

Yaaaay ‘menyenangkan’ sekali PKL hari pertamaku bukan??

 

Lanjut di:

Part 2 – PDI

Part 3 – Sekretariat?

Part 4 – Sekretaris is in The House Yo

Part 5 – Hari-Hari Terakhir

Part 6 – Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s