Perahu Kertas

Cie yang baru nonton Perahu Kertas cieee.

Hehe. Iya deh iya.

29 Agustus 2012. 12:45. Seat G3. Ciwalk. SENDIRI.

Perahu Kertas. Sebenarnya saya sudah lama membaca novelnya. Tidak terlalu lama juga sih, beberapa bulan yang lalu. Kesan saya setelah membaca novelnya, uh, biasa saja. Seperti membaca jalan cerita FTV yang lebih kompleks. Jangan salahkan. Ini pendapat saya, jadi suka-suka saya lah.

Tapi, novel tersebut telah sukses membuat saya berpikir, “Wih sepertinya kalau novel ini diangkat ke layar lebar akan menjadi lebih seru.” dan, “Semoga saja kalau hal itu terjadi, pemeran utamanya akan diperankan oleh orang yang ganteng. Amin.”

Hari dirangkai menjadi bulan. Bulan dirangkai oleh hari. Penantian saya pun akhirnya berhenti sampai di sini. Film Perahu Kertas akhirnya ditayangkan serentak pada saat orang-orang menikmati libur lebarannya. Iklan-iklan gencar ditayangkan untuk menarik penonton-penonton (terutama remaja) untuk menghabiskan uang saku mereka di tempat itu.

Di mana lagi kalau bukan di bioskop.

Alhasil, bioskop-bioskop pun dijejali puluhan, ratusan, bahkan ribuan penonton. Termasuk saya.

Banyak opini bermunculan setelah penayangan film tersebut. Ada yang berpendapat film itu seru, garing, biasa saja, dan lain sebagainya. Saya sendiri juga mempunyai pendapat dan uneg-uneg setelah menonton film tersebut. Di antaranya:

– hah pemeran Kugy-nya mirip temen saya!
– apaan kok awalnya garing sih? Nggak jelas.
– Noni-nya juga. Garing. Untung Eko-nya lucu. Bahahahah.
– apa maksudnya ini kok pake efek lampu-lampu gitu?
– jadi yang meranin Ojos itu Dion Wiyoko? Wahaha pemeran ftv bisa main film bioskop juga rupanya.
– ah ada si ganteng Reza Rahardian. Aktingnya bagus juga euy, bisa mencairkan suasana. Improvisasinya juga lumayan. Pemain FTV sih, jadi udah terbiasa akting.
– widih ada Sharena Rizky toh? Salah satu pemeran FTV perempuan favorit saya main di film ini rupanya. Sesuatu sekali.
– aduh lupa itu nama aslinya siapa ya? Tapi yang jelas dia pemeran FTV S*TV!
– euh tunggu, NAHA LOBA PEMERAN FTV KIEU?!

*****

Overall, film ini lumayan lah. Sayang, terbagi menjadi 2 part. Jadi harus menunggu lagi untuk menyaksikan bagian akhirnya. Tapi pepatah lama mengatakan, ‘jangan melihat sesuatu hanya dari satu sisi.’ Alias, masih ada sisi positifnya. Iya sih. Benar juga.

Sisi positifnya? Masih bisa liat Reza Rahardian main lagi di film tersebut. HEHEHEHEHEHEHEHE.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s