Siapa?

saya tidak tahu. secuil pun tak tahu. maka dari itu, saya memutuskan untuk berjalan. sendirian. tidak, tidak sendiri. masih ada angin yang mendorong saya. dia tahu saya tidak kuasa berjalan sendiri. amat tahu malah.

namun saya salah. masih ada awan dan matahari yang setia pada saya. mungkin setia. karena kapanpun angin bisa menjadi topan. yang menyesatkan saya ke arah yang dia kehendaki. karena awan bisa saja sewaktu-waktu menjadi gelap. mengeluarkan aura kesedihan dan akhirnya menurunkan bulir-bulir air matanya. karena matahari akan bersembunyi di gelapnya malam. takut menghadapi kerasnya kehidupan malam, dia bilang.

lantas siapa yang akan tetap menemani saya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s